Asal Mula Kehidupan Di Bumi
Asal
Mula Kehidupan Di Bumi
A. Berbagai
Pendapat Tentang Asal Mula Kehidupan
Sebelum
abad ke 17 para ahli menganggap bahwa mahluk hidup terjadi dengan sendirinya
dengan mahluk tak hidup. Anggapan ini disebut teori generation spontania atau
abiogenesis. Pendapat ini begitu ekstrim misalnya, kecebong berasal dari
lumpur, ulat berasal dari bangkai, bahkan dari gandum dapat langsung jadi tikus
hanya dalam waktu satu malam.Dengan adanya reanissance mulai timbul paham baru.
Francesco redi
(1926-1967), ahli biologi gari italia bahwa ulat dari bangkai dapat berasal
dari telur lalat, yang meletakkan telurnya dengan sengaja. Dari berbagai
percobaan, mendapatkan peristiwa yang serupa. Ia mengemukakan bahwa kehidupan
berasal dari telur atau comne vivum ex ovo.[1]
Lazzaro spalanzani
(1729-1799) ahli biologi dari italia dengan eksperimen terhadap kaldu membuktikan
bahwa jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukan kaldu itu. Bila kaldu
ditutup rapat setelah mendidih, maka terjadi pembusukan. Ia mengambil
kesimpulan bahwa adanya telur harus ada jasad hidup atau omne ovum ex vivum.
Oparin (1938) sarjana rusia,
mengemukakan hipotesis bahwa ada mahluk peralihan dari mahluk tak hidup ke
mahluk hidup. Hipotesis ini berdasarkan penelitian ahli lain dibidang ilmu
kimia. Kita telah mengetahui bahwa tubuh organisme 99 % terdiri dari senyawa
karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen. Seorang ahli kimia harold urey (1893)
diamarika serikat, mengemukakan pendapat bahwa atsmosfer bumi sewaktu- waktu
pernah mengandung banyak CH4 (metana), NH3 (amonia), H2
(nitrogen), dan H2O (air) dalam bentuk gas. Zat tersebut sangat mungkin
bergabung membentuk ikatan organik, dimana kehidupan biasanya berlangsung.
Pendapat ini, kemudian terkenal dengan teori urey. Seorang murid urey bernama
stanly miller (1953) berhasil membuat model alat laboratorium yang sederhana
untuk membuktikan teori urey. Kedalam alat itu ia masukan gas tersebut diatas
kemudian dibuat loncatan listrik bertegangan tinggi. Hasilnya sungguh
menakjubkan, setelah dianlisis ternyata diperoleh zat organik berupa: gula,
urine, pirimidin, asam amino, dan senyawa lainnya. Zat itu merupakan komponen
ikatan DNA (deoksyribo nucleic acid) dan RNA (ribose nuclice acid) yaitu
protein inti, yang biasanya membentuk firus.[2]
Eksperimen
tersebut mengingatkan kita bahwa sinar matahari menyebabkan terjadinya muatan
listrik diatmosfer. Bila muatan listrik besar akan menimbulkan loncatan
listrik, yang kita namakan petir. Baik besar maupun kecil. Karna dialam bebas
dapat terjadi senyawa kimia seperti dalam eksperimen stanly miller dan tentunya
menyokong teori urey. Peristiwa petir terjadi jutaan kali setiap hari, tentunya
ikatan-ikatan kimia organik tersebar diseluruh pelosok muka bumi. Para ahli
kimia sepakat bahwa dialam selalu terdapat kecenderungan penggabungan berbagai
senyawa, setelah makin komplek struktur molekulnya.
Beberapa contoh makhluk tingkat rendah antara lain
adalah :
Virus
Bila
rantai senyawa gula- phosvat-purin-pyrimidin asam amino itu makin panjang dan
makin komplek, maka akan terbentuk DNA dan selanjutnya terbentuk virus. Penemu
virus sejalan dengan ditemukanya mikroscop electrone oleh knoll dan ruska
(jerman 1972). Mikroscop biasa yang menggunakan cahaya tidak dapat dipakai
untuk melihat virus, karna ukuranya sangat halus kira-kira 10-30 mili mikron.
Berbagai jenis virus telah ditemukan bentuknya bermacam-macam ada yang bulat,
lonjong, seperti kubus, atau seperti batang. Sifatnya aneh, dapat dikristralkan
sebagai zat kimia biasa. Dapat pula ditanam dalam tumbuhan atau hewan dan
bertambah banyak. Pertambahan banyaknya virus masih ada 2 pendapat:
·
Virus melakukan
reproduksi sebagaimana halnya mahluk hidup lain
·
Virus itu tak dapat
memperbanyak diri melainkan organisme tempat virus itu berada, dapat membentuk
duplikat virus tadi.
Beberapa jenis virus menyebabkan
berbagai penyakit, misalnya mozaik pada tembakau, tomat, mentimun, waluh,
jipang, dan lain–lain. Pada manusia, penyakit campak, cacar, cacar air,
influenza, polio, kutil, demam kuning, hepatitis infectious dan lain – lain.
Sedangkan pada hewan antara lain penyakit anthrax, rabies, psitacosis, pes
sapi, dan lain – lain.
Bacteriophage
Tingkat yang
lebih tinggi derajatnya dari virus adalah Bacteriophage. Ia sudah boleh dianggap
hidup sesungguhnya karena ia dapat hidup dalam substrat buatan. Tubuhnya
terdiri dari rantai DNA yang dikelilingi protein dan dapat bereproduksi. Hidup
sebagai parasit yang menyerang bakteridengan jalan memberi/melubangi tubuh
bakteri. Ia berbuat demikian karena ukurannya jauh lebih kecil dari pada
bakteri dan sedikit lebih besar dan virus yaitu 30–20 milimikron. Berbentuk
seperti kendi.[3]
Rickettsia
Taraf
makhluk hidup yang lebih tinngi dari backteritofag
adalah Rickettsia. Ia sudah mempunyai
RNA (Ribose Nucleic Acid) yaitu suatu asam dalam Inti sel yang biasanya berada
di luar inti sel pada organisme bertaraf tinggi. Ukurannya 0,3 – 0,5 mikron,
sedemikian kecilnya sehinnga tak dapat di saring. Tapi tak dapat berbiak dalam
medium yang tak hidup. Rickettsia penyebab demam, cacar dan tipus.
Bakteri
Bakteri merupakan mikroba yang sangat beragam dalam
hal bentuk dan perilakunya. Ia digolongkan kedalam tumbuhan karena berdinding
tubuh tebal. Ukurannya 0,5 – 0,7 mikron bergantung pada macam bakteri. Meskipun
bakteri tidak memiliki inti sel, tetapi DNA dan NA ada dalam tubuhnya. Ia dapat
di biakkan dalam medium buatan. Bakteri sering dogolongkan ke dalam ragi/jamur
karena tidak memiliki hijau daun sehingga tidak dapat berfotosintesis. Jadi,
kehidupannya tergantung kepada bahan organik yang sudah mati (saprofitis) atau
menjadi parasit pada makhluk hidup lain. Pada umumnya bakteri hidup subur pada
suhu 20 - 35˚C,ada pula bakteri yang tahan pada
suhu 80˚C seperti di sumber air panas
vulkanik. Dalam proses pembusukan, semua bahan organik hancur menjadi bahan
anorganik. Oleh karena itu hampir semua proses pembusukan merupakan
fenomena pembiakan bakteri, maka bakteri itu disebut pula mikroba pembusuk atau pengurai.[4]
Protozoa
Protozoa sering disebut hewan bersel tunggal, Karena
dinding tubuhnya tipis sekali dan berperilaku seperti hewan dalam arti
mobilitas (pergerakan) dan cara makan. Ukuran tubuhnya 20 – 100 mikron,
memiliki inti sel yang masif dan tubuh kental yang dinamakan protoplasma.
Protozoa ada yang hidup bebas di alam ada pula yang menjadi parasit. Tak dapat
berbiak dengan cara membelah diri.
B.
Sejarah Perkembangan Makhluk Hidup
Menurut suatu teori, organisme
sekarang yang beraneka ragam macamnya adalah hasil dari proses evolusi
kehidupan. Sedang yang dimaksud evolusi kehidupan yaitu suatu perubahan
kehidupan menjadi bentuk kehidupan lainnya melalui suatu proses yang
perlahan-lahan dan mungkin memakan waktu ratusan sampai jutaan tahun. Teori
tersebut menyebutkan bahwa organisme yang mula-mula ada di dunia berupa
organisme bersel tunggal dan organisme ini berasal dari agregasi
molekul-molekul yang ada.
Yang menjadi persoalan kemudian
adalah bagaimana mekanisme dasar sehingga organisme bersel tunggal tersebut
sekarang berkembang menjadi organisme bersel banyak. Salah satu dari dugaan ini
adalah demikian, Biosfer : suatu dunia kehidupan di bumi kita ini komponennya
menjadi suatu subsistem. Maka sebagai suatu subsistem, organisme itu dibentuk
oleh materi dan energi yang tersedia dalam biosfer pula. Karena dalam biosfer
berlaku hukum Termodinamika I dan Termodinamika II, maka organisme itu akan
mengalami perlakuan hukum tersebut.
Hukum Termodinamika I :
Di dalam
biosfer tak ada energi yang hilang, jumlah energi itu tetap, yang berubah hanya
bentuknya. Contohnya : energi listrik berubah menjadi energi mekanik, energi
mekanik berubah menjadi energi panas.
Hukum Termodinamika II :
Bila suatu
sistem dibiarkan berdiri sendiri, maka sistem tersebut cenderung untuk
mengalami penguraian ke arah yang paling tidak teratur. Bertalian dengan hukum
I dan II tersebut, organisme akan menjadi suatu jalur arus energi. Dalam tubuh
organisme, energi akan mengalami sebagai suatu sistem kalau dibiarkan begitu
saja maka organisme akan cenderung ke arah kerusakan yang paling parah. Tetapi
sebaliknya, organisme sebagai suatu sistem akan mempertahankan diri dari
perlakuan hukum tersebut. Organisme dapat mempertahankan diri dengan adanya
kemampuan pelestarian diri atau self perpetuation dan kemampuan ini
adalah bagian dari proses evolusi[5].
Perkembangan yang lain yaitu adanya
suatu kerjasama antara organisme sehingga akan membentuk kalori. Dengan alasan
yang sama pula terjadilah gejala perkembangan menuju ke arah pembentukan
organisme bersel banyak. Kemudian berkembanglah apa yang dinamakan organisme
bersel banyak yang seperti halnya organisme uniseluler, organisme multiseluler,
dan berkembang lagi menjadi beraneka ragam organisasi lainnya.
C.
Perbedaan Makhluk Hidup Dengan Benda
Mati
Sifat-sifat umum yang dapat dipakai untuk membedakan
antara makhluk hidup dengan benda mati adalah :
Ø
Bentuk dan Ukuran : Makhluk hidup
mempunyai bentuk dan ukuran tertentu, sedangkan benda mati tidak.
Ø
Komposisi Kimia : Makhluk hidup
mempunyai komposisi kimia tertentu, yaitu terdiri dari unsur-unsur karbon,
hidrogen, oksigen, nitrogen, belerang atau sulfur, fosfor, dan sedikit mineral
sedangkan, benda mati komposisi kimianya tidak menentu.
Ø
Organisasi : Pada makhluk hidup
terbentuk dari sel-sel yang membentuk jaringan yang akan menjadi sistem organ
untuk proses hidup, sedangkan benda mati susunannya merupakan hasil dari unsur
pokoknya.
Ø
Metabolisme : Pada makhluk hidup
terjadi pengambilan dan penggunaan makanan, respirasi atau pernafasan, sekresi,
dan ekskresi, sedangkan benda mati tidak mengalami hal-hal tersebut.
Ø
Iritabilitas : Pada makhluk hidup
dapat memberikan reaksi terhadap perubahan disekitarnya dan besarnya reaksi tak
seimbang besarnya aksi sedangkan, benda mati reaksinya seimbang dengan aksi.
Ø
Reproduksi : Pada makhluk hidup
terdapat kemampuan untuk membuat makhluk hidup itu menjadi banyak, sedangkan
pada benda mati tidak.
Ø
Tumbuh dan Mempunyai Daur Hidup :
Setiap makhluk hidup mempunyai proses pertumbuhan dan mempunyai daur hidup yang
artinya melalui proses kelahiran, tumbuh, dan mati, sedangkan benda mati
membesar karena pengaruh luar.
Tujuh hal diatas merupakan perbedaan yang umum antara
makhluk hidup dengan benda mati, bukan kriteria untuk menetapkan apakah sesuatu
itu merupakan makhluk hidup atau tidak. Untuk menetapkan bahwa sesuatu itu
adalah makhluk hidup hanya diperlukan 3 hal dibawah ini :
Ø
Mampu mengadakan metabolisme
termasuk respirasi.
Ø
Mampu mengadakan reaksi terhadap
rangsangan dengan tujuan mempertahankan diri.
Ø
Mampu mengadakan pertumbuhan dan
reproduksi.
1.
Ciri-Ciri Makhluk Hidup
Makhluk
hidup yaitu suatu substansi zat yang dapat menjalankan proses kehidupan,
ciri-cirinya :
a. Dapat
bergerak : pindah tempat maupun
pergerakan bagian-bagian tubuhnya.
b. Mempunyai
fungsi metabolisme, meliputi : nutrisi (pengambilan zat-zat makanan dan sumber
energi lain dari lingkungannya), respirasi (menguraikan zat-zat nutrisi itu
sehingga memperoleh energi), sintesis (pembuatan molekul-molekul baru yang
penting untuk hidup), ekskresi (pengeluaran zat yang sudah tidak diperlukan).
c. Mempunyai
fungsi mempertahankan jenisnya/hidupnya, meliputi : regulasi (mengatur
keserasian proses-proses yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup),
reproduksi (tumbuh dan berkembang biak), adaptasi (menyesuaikan diri dengan
lingkungannya), evolusi (perubahan kehidupan menjadi bentuk kehidupan lainnya
melalui suatu proses yang memakan waktu yang sangat lama).
d. Peka terhadap
rangsangan.
2.
Ciri-Ciri Benda Mati
Benda mati
adalah substansi yang tidak menjalankan kehidupan, ciri-cirinya :
a. Tidak dapat
bergerak dan tidak dapat tumbuh.
b. Tidak
mempunyai fungsi metabolisme.
c. Tidak
mempunyai fungsi mempertahankan dirinya.
d. Tidak peka
terhadap rangsangan.
0 Response to "Asal Mula Kehidupan Di Bumi"
Post a Comment